Berkunjung ke Kota Kupang, Selasa (1/10)) Presiden Jokowi didampingi Andriko Noto Susanto dan Linus Lusi. Doc.CNC/kominfo kotakpg
Nenosaban : Kami warga masyarakat kecewa dengan pelayanan Pemkot Kupang dan Pemprov NTT yang tidak beretika dan…..
Citra News.Com, KUPANG – HARI pertama Selasa (1/10) Presiden Joko Widodo tiba di Kota Kupang ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Presiden dan rombongan langsung menuju Kelurahan Naioni Kecamatan Alak.
Didampingi Penjabat (Pj.) Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto dan Pj. Wali Kota Kupang, Linus Lusi sang Presiden secara simbolis meresmikan pembangunan dan perbaikan 27 Ruas Jalan Daerah di Provinsi NTT.. Dari 27 ruas atau dengan total sepanjang 217 kilometer di Provinsi NTT, khusus Kota Kupang berlokasi di Kelurahan Naioni sepanjang 5,5 kilometer.
Diketahui, sumber pembiayaan untuk Instruksi Presiden (Inpres) proyek Pengembangan Jalan Daerah (IJD) di Provinsi NTT sebesar Rp 737 miliar. Dan untuk Kota Kupang proyek IJD sepanjang 5,5 kilometer menelan biaya yang bersumber dari APBN ini sebesar Rp 19,1 miliar.
Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya infrastruktur jalan untuk meningkatkan mobilitas barang dan orang serta mempercepat pengiriman logistik.
“Jalan merupakan infrastruktur yang sangat penting bagi masyarakat untuk mobilitas barang, mobilitas orang, dan mempercepat pengiriman logistik”, kata Jokowi.
Untuk Provinsi NTT, sebut Jokowi, pada tahun 2023 telah dibangun dan diperbaiki 27 ruas jalan daerah. Atau sepanjang 217 Km dan ditangani dengan Inpres Jalan Daerah dengan anggaran Rp737 miliar.
Perbaikan infrastruktur jalan ini, diharapkan dapat mempercepat aktivitas perekonomian masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup warga. Jalan-jalan yang sebelumnya rusak parah kini menjadi mulus tanpa lubang, sehingga mempermudah akses dan mobilitas warga setempat.
Kita harapkan dengan anggaran sebesar itu jalan-jalan di provinsi Nusa Tenggara Timur semuanya bisa diperbaiki dan dalam keadaan seperti yang kita lihat di jalan ini mulus, tidak ada lubang, masyarakat bisa menikmatinya.
