Tapi juga dari sisi ekonominya yaitu hilirisasi dapat menumbuhkan dan memberdaya ekonomi masyarakat pedesaan. Sehingga perputaran uang ada di sekitar wilayah yang memliki potensi pangan lokal. Dengan kata lain mencegah uang keluar dari NTT (capital flight).
Nah dari sisi kesehatan, lanjut Umbu, pangan-pangan lokal itu organik. Yang menyebabkan nutrizinya bisa memberikan kontribusi bagi generasi emas.
“Oleh karena itu kita sekarang lagi gencar-gencarnya mengkampanyekan kepada masyarakat luas untuk kembali membudidaya pangan lokal. Melalui Gerakan Cinta Pangan Lokal kita (Dinas Pertanian NTT, red) punya semboyan Nona Sari Bahenol“, ungkap Umbu yang juga Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi NTT ini.
Lebih jauh Umbu menjelaskan, setelah ada Kepres 81/2024 sekarang Pemprov NTT lagi buat Pergub (Peraturan Gubernur). Dari dasar Pergub inilah turunannya ke Perbup/Perwali. Tujuan kita agar semakin digiatkan spirit Gerakan Cinta Pangan Lokal untuk menjawab program Presiden Prabowo yakni….(bersambung) +++ marthen/citra-news.com
