Pada titik pertama yang dikunjungi oleh Pj. Gubernur NTT, tepatnya di lahan persawahan yang terletak di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Ia menghimbau agar masyarakat setempat yang mayoritas berprofesi sebagai Petani untuk benar-benar memaksimalkan lahan yang tersedia.
“Lahan yang sudah diberikan Tuhan, agar benar-benar-benar dimanfaatkan. Tujuan dan instruksi Pak Presiden Prabowo sudah jelas, bahwa Indonesia tidak boleh impor beras lagi, justru malahan harus ekspor. Untuk mewujudkan swasembada pangan maka kerja kolaborasi semua pihak merupakan kunci keberhasilan”, jelas Andriko.
Swasembada Pangan
Dia mengatakan, Presiden Prabowo juga sudah menginstruksikan agar TNI / Polri untuk terlibat aktif menyukseskan bidang pertanian dan pangan. Jika kerja kolaboratif maka target kita dalam kurun waktu 2 sampai 3 tahun kita sudah bisa Swasembada Pangan.
Dari Desa Daiama Pj. Gubernur NTT serta rombongan bertolak ke Dermaga Mulut Seribu untuk berlayar menuju PT. Cakrawala Lautan Abadi (CLA) yang merupakan perusahaan budidaya Lobster yang terletak di perairan Mulut Seribu, Desa Pukuafu, Kecamatan Landu Leko.
Sesampainya di sana, Andriko mengapresiasi kalau Kabupaten Rote Ndao dapat menyuplai kebutuhan Lobster yang merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia.
“Saya berterima kasih karena bisa berkunjung ke sini. Di Kabupaten Rote Ndao ini salah satu titik yang sangat berharga dan saya melihat langsung bagaimana Lobster dibudidaya. Terlebih tempatnya termasuk “Surga yang Tersembunyi” yang dimiliki oleh Rote Ndao”, ungkap Andriko.
Lobster kita tahu merupakan masa depan pangan internasional. NTT dianugerahi hasil laut yang melimpah. Kekayaan ini yang harus kita jaga dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
