Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Dari GCPL dan NONA SARI Bikin Generasi NTT Bertambah Cerdas, Kuat, dan BAHENOL (Seri 3-Habis)

Reporter: Marthen RadjaEditor: Dedy -Rumah Web Jakarta
CitraNews

BOW : Secara data di Indonesia locus kemiskinan itu ada di wilayah pedesaan. Petani kita di desa umumnya miskin karena perputaran uang lambat. Orang yang miskin berdampak stunting karena dia tidak punya kemampuan finansial untuk memperkuat dan mempertebal ekonomi keluarga di desanya.

Padahal desa adalah pundi-pundi ekonomi karena punya punya potensi pangan lokal yang beragam. Akan tetapi perputaran uang lambat. Nah bagaimana caranya agar bisa mempercepat roda perekonomian di desa agar bisa cegah irisan kemiskinan dan stunting. Salah satu cara adalah dengan membangun DEMO TANI.

Untuk membangunnya di sektor hulu butuh kolaborasi dengan Dana Desa. Dana APBD kabupaten/kota kita tandem dengan alokasi dana desa dari Kementerian Desa. Untuk sektor hilir kita bentuk jaringan suplay chain. Dari hasil produksi pangan lokal dibeli kembali oleh koperasi BumDes.

Demo Tani juga jadi cikal bakal terbentuknya kelompok UMKM yang disokong oleh perbankan, misalkan kredit usaha mikro atau KUR dari Bank NTT. Kemudian dari sisi pengolahannya libatkan BPOM untuk label halal dan dinas perindustrian/perdagangan.

Jika semuanya digerakan dalam satu matarantai maka terjadi percepatan perputaran ekonomi desa. Maka disana kemiskinan dan stunting bisa dicegah.

CNC : Apa yang dilakukan Dinas Pertanian provinsi dalam menatakelola Demo Tani di wilayah kabupaten.

BOW : Kita sudah memetakkan potensi wilayah dan potensi locally. Itulah yang kita berdayakan atau kita tingkatkan kapabilitasnya. Kita menggunakan pendekatan dalam membangun Demo Tani harus afirmatif. Atau menyebar kepada petani yang memang benar-benar miskin. Bukan petani yang ngaku-ngaku miskin untuk sekadar mendapatkan bantuan.

Yang lebih mengetahui kondisi riil rakyat di desa adalah pemerintah kabupaten. Oleh karena itu keterlibatan bupati/wakil dan Sekda adalah penting. Provinsi kan tidak punya wilayah dan kita hanya bergerak dari sisi pembinaan, pemetaan, pengawasan dan monitoring. Yang lebih tahu dan lebih mendapatkan manfaat kegatan Demo Tani adalah pemerintah di kabupaten. Dan sesungguhnya Integrated
Farming itu adalah mengerjakan sesuatu yang locally.

Menjadikan NTT Lumbung Pangan Nasional bukanlah perkara mudah. Oleh karena ektor andalan NTT ada pada pertanian, peternakan dan perikanan maka mutlak perlu kita bangun kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Tidak terkecuali melibatkan media massa sebagai corong pembangunan bangsa. +++ marthen/CNC

 

Sumber: Liputan langsung
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Kepres Nomor 81 Tahun 2024, Badan Pangan Nasional. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Kepres Nomor 81 Tahun 2024, Badan Pangan Nasional.