“Terima kasih atas kesediaan waktu dari Pak Gubernur. Sudah beberapa kali saya datang ke Indonesia dan NTT secara khusus. Maksud dan tujuan saya, yakni saya ingin jalin kerja sama dengan NTT. Karena NTT memiliki budaya yang unik dan luar biasa, seperti rumah-rumah adat dari Sumba, Flores dan Timor. Kami ingin bangun Taman Mini dengan budaya NTT, setelah kami selesaikan proyek budaya Bali,” ujar Mr. Wawrowski di Rujab Gubernur NTT, Minggu (02/3).
Pada kesempatan tersebut
Mi.Miroslaw Wawrowski didampingi Mrs. Anna Bonder yang merupakan Asisten Konsul. Sementara turut mendampingi Gubernur Melky diantaranya, Kepala Biro (Karo) Administrasi Pimpinan Setda NTT, Prisila Parera, Kabag Protokol, Abri Kore, Kabag. Perencanaan dan Kepegawaian Setda / Plt. Kabag Materi dan Komunikasi Pimpinan, Selfi Nange (penerjemah) dan Titin Komar (Staf TU Gub). Berikut Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Noldy Pellokila, dan Kabid Pemasaran Pariwisata, Alfonsus Ara Kian.
Investasi proyek ini sangat besar, kata Mr. Miroslaw. Sehingga kami (pemerintah Polandia, red) butuh dukungan dari Gubernur NTT khususnya terkait perijinan agar tidak berbelit-belit dan kelengkapan berkas serta master plan akan kami siapkan.
“Dan kami juga dengan hormat, mengundang Pak Gubernur untuk hadiri grand opening proyek kami di Polandia pada 16 Juni mendatang. Acara tersebut nantinya akan dihadiri juga oleh tokoh-tokoh penting, artis-artis ternama, Penari asli dari Bali dan para seniman dan arsitektur juga dari Bali.” jelas Miroslaw.
Dia mengatakan, proyek tersebut juga dikerjakan secara khusus menggunakan sumber daya lokal / tenaga kerja dari Indonesia khususnya dari daerah yang bersangkutan, seperti yang Ia implementasikan pada saat mengerjakan proyek Taman Mini budaya Bali di Polandia.
“Ketika nanti kami kerjakan proyek budaya NTT, tentu kami ingin para pekerjanya dan sumber dayanya juga dari orang lokal NTT. Kelengkapan dokumen para tenaga kerja pastinya akan kami perhatikan baik-baik,” jelas Miroslaw.
