“Kami mohon pihak pemerintah melalui Lurah untuk kita saling kolaborasi melakukan mitigasi terhadap perubahan Iklim karena yang paling berdampak adalah para petani kecil,” tegasnya.
Sembari berucap terima kasih kepada Lurah Bello yang sudah memberikan ruang bagi warganya untuk bekerjasama. Karena melalui kolaborasi dan kerjasama yang saling sinergis antar semua pihak maka kesejahteraan masyarakat bisa terwujud.
Sekretaris Lurah Bello, Denny Paty yang hadir saat itu mengatakan, apa yang dilakukan Lembaga Cirma dan BMKG NTT sangat baik sebagai aksi nyata bagaimana upaya manusia menyelamatkan bumi huniannya.
Menurut Denny, lingkungan alam yang hijau dan rindang adalah juga rantai makanan (penyedia) bahan pangan untuk semua makluk hidup. Sekaligus juga pepahonan banyak berfungsi dintaranya sebagai penyimpan air.
Dengan kata lain semua makluk hidup tidak akan hidup kalau tanpa air. Bahwa air adalah sumber kehidupan. Tiada air tanpa kehidupan, Tiada kehidupan tanpa air.
Pada kesempatan itu Denny juga beri apresiasi kepada semua pihak terhadap apa yang sudah dilakukan dalam menanam, menjaga dan merawat lingkungan alam di wilayah Kelurahan Bello.
Terutama kepada pihak Lembaga Cirma dan BMKG yang berkolaborasi dengan petani Bello sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Ini adalah aksi nyata bagaimana usaha manusia menyelamatkan bumi huniannya. +++ marthen/goris
