Sekretaris Lurah Bello, DENY Patty menyerahkan anakan pohon untuk ditanam di Mata Air Oelneneno. Doc. CNC/istimewa
Deny Patty : Lingkungan alam yang hijau nan rindang adalah juga rantai makanan (penyedia) bahan pangan untuk semua makluk hidup.
Citra News.Com, KUPANG – SEDIKITNYA ada 200 anakan pohon yang ditanam warga Kelurahan Bello di sumber mata air Oel Neneno, Kamis (13/3).
Antusisme warga petani di Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang ini sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan alam pemberi sumber kehidupan.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II NTT, Rahmattulloh Adji saat melakukan penanaman 200 anakan pohon di sumber Mata air Oel Neneno , dia mengatakan kegiatan tanam pohon hari ini sebagai upaya Adaptasi dan Mitigasi terhadap perubahan Iklim tidak hanya di Kota Kupang atau NTT tetapi di seluruh Indonesia.
“Adanya pepohonan berfungsi sebagai penyangga atau penyimpan air. Juga sebagi proses atau upaya penyesuaian terhadap perubahan iklim untuk mengurangi dampaknya karena isu yang paling kuat terkait dampak iklim ini yakni ketahanan pangan,” jelas Adji.
Dengan reboisasi atau penanaman kembali pepohonan, kata dia, adalah salah satu upaya penyesuaian terhadap perubahan iklim untuk mengurangi dampaknya. Karena perubahan iklim telah menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem.
