“Kami ingin BPOM membantu meningkatkan kualitas produk lokal agar lebih kompetitif di pasar nasional maupun internasional,” kata Melky.
Gubernur Melky juga berharap agar BPOM bisa menggandeng perusahaan besar untuk menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) guna membantu penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT.
Sementara Wali Kota Kupang, Christian Widodo pada kesempatan tersebut menyoroti soal kebutuhan peningkatan sumber daya manusia (SDM) untuk memeriksa sampel obat dan makanan.
Dia mengatakan kesiapan SDM yang handal dan qualified membutuhkan anggaran lebih. “Kami juga membutuhkan anggaran lebih untuk tenaga pengawas atau pemeriksa produk makanan dan obat-obatan agar pengawasannya bisa lebih optimal,” ujarnya.
Dia menambahkan, dengan dukungan BPOM dan sinergi antar-pemangku kepentingan, NTT diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokalnya dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. +++ marthen/*
