Gubernur Melky menjelaskan NTT memiliki lahan-lahan potensial untuk penanaman padi dan jagung. Menurut data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, luas lahan sawah fungsional di NTT mencapai 155.000 hektar. Sementara luas lahan jagung sekitar 102.000 hektar.
Wujud menjadikan NTT salah satu Lumbung Pangan Nasional adalah Program Penanaman Jagung secara serentak pada Januari 2025. Bahwa
NTT turut serta dalam program Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektare” di berbagai wilayah NTT. Termasuk Desa Baumata Utara, Kabupaten Kupang.
Bahwa NTT adalah wilayah potensial pengembangan padi dan jagung. Namun NTT juga menghadapi tantangan iklim seperti fenomena El Nino yang dapat menggeser musim tanam dan mengancam produksi jagung.
Pada tahun sebelumnya, sebut Gubernur Melky, jagung yang menjadi tanaman andalan masyarakat Kabupaten Sikka, terancam gagal panen akibat terdampak El Nino. Untuk itu kerja kolaborasi dari semua stakeholder akan mampu minimalisir permasalahan yang ada.
“Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan data dan program strategis, diharapkan program cetak sawah dan ladang jagung ini dapat menjadi tonggak baru bagi NTT dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT”, pungkasnya. +++ marthen/*
