Ia manambahkan, bidang usaha yang diminati para pendaftar sangat beragam diantarnya adalah di bidang peternakan, kuliner (UMKM), pertanian, pendidikan dan pelatihan, kesehatan, musik, hiburan, tekstil, fashion, penginapan dan akomodasi, jasa retail.
”Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang menggagas dan membuka kesempatan serta memberi dukungan kepada ASN untuk berwirausaha.” ungkapnya.
Pada kesempatan terpisah, oknum ASN di Sekretatiat DPRD NTT mengatakan, dirinya sudah lama mulai usaha pelihara ayam kampung. Bahkan miliki mesin petetas hingga beberapa induk sudah beranakpinak.
“Saat itu saya buat kandang ayam dari pukat bekas. Memang peihar ayam tidak luput dari wabah penyakit temasuk ular pemangsa utama ayam. Sehingga banyak aywm yang mati dan jadi predator ular”, tuturnya.
Tapi dengan adanya peluang dari bapak gubernur sekarang, lanjut dia, menjadi kesempatan untuk kembali bangkit berwirausaha.
“Saya senang pelihara ayam. Untuk cegah ular masuk, kandang dibuat tembok tinggi sekira 1 – 2 meter. Iya sekadar isi waktu di luar tugas ASN tapi bisa menalangi kebutuhan rumah tangga”, ungkap pria yang akrab disapa Baginda itu.
Sembari mengaku benar bila orang diluar sana menilai sebagai ASN senang punya gaji bulanan. Tapi akan lebih senang dan bahagia selain ada gaji juga ada tambahan pendapatan dari hasil wirausaha.
Bukankan disini sebagai ASN dia punya gaji bulanan tapi disana dia juga senang punya usaha sampingan. Sebagai tambahan penghasilan sekaligus peretas pundi-pundi ekonomi rumah tangga?
+++marthen/*
