Wali Kota menambahkan, sesuai mekanisme pembahasan APBD Perubahan (ABDP) bersama DPRD akan dimulai pada bulan Juli. Sehingga pekerjaan perbaikan diperkirakan baru bisa dimulai pada bulan September. Untuk itu, ia meminta warga agar tetap bersabar dan mendukung proses perencanaan yang sedang berlangsung.
Sementara itu, Ketua RT 07, Yanson Suilima, mengungkapkan bahwa banjir saat musim hujan tak hanya merusak jalan, tetapi juga merendam halaman rumah warga. Kondisi tersebut memaksa warga untuk melakukan perbaikan jalan secara swadaya setiap tahun. Ia pun berharap agar pemerintah dapat segera memperbaiki jalan dan membenahi drainase secara permanen.
Peninjauan langsung oleh Wali Kota Kupang ini menjadi bentuk respon cepat Pemerintah Kota Kupang dalam menangani keluhan masyarakat serta memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan perbaikan Sarpras yang aman dan layak guna mendukung aktivitas warga di Kecamatan Maulafa.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Camat Maulafa, Matheus A.B.H. Da Costa, S.Sos., M.Si., Plt Kadis PUPR Kot Kupang Maksi Dethan, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Daud Noftianus Nafi, S.STP., M.M., Lurah Maulafa, Yanto Sapay, serta sejumlah pejabat dari Dinas PUPR Kota Kupang.
Hadir pula aparat pemerintah setempat, yakni Ketua RT 07, Yanson Suilima, dan Ketua RW 03, Yerry Tnunay.
Peninjauan diawali di wilayah RT 07/RW 03, Kelurahan Maulafa. Kedatangan Wali Kota disambut hangat oleh aparat pemerintah dan warga yang telah berkumpul di lokasi.
Jalan sepanjang kurang lebih 250 meter yang berada di tengah pemukiman padat penduduk itu tampak rusak parah akibat banjir tahunan. Banjir saat musim hujan menyebabkan material timbunan swadaya warga terkikis habis oleh aliran air. +++ marthen/*
