Langkah awal yang didorong adalah penerapan sistem pemilahan sampah dari rumah tangga dengan menggunakan tiga jenis tempat sampah. Yaitu tempat sampat berwarna hijau untuk sampah organik, kuning untuk anorganik, dan merah untuk sampah berbahaya.
Di hadapan para awak kebersihan, dr. Christian memperkenalkan program unggulan bertajuk “Besti Beruntung” (Bebas Sampah, Pasti Berubah, Untung), yang menekankan partisipasi aktif warga dalam pengelolaan sampah.
Inovasi lainnya yang segera diluncurkan adalah Call Center Pengaduan Sampah dan Pohon Berbasis Teknologi Kecerdasan Buatan (AI).
Yaitu Solusi pengolahan bangkai hewan dan ranting pohon pun akan diintegrasikan melalui teknologi maggot atau larva dari lalat tentara hitam yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan pengurai sampah organik.
Dalam momentum diskusi itu, salah satu awak kebersihan menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini. Dia juga berterima kasih atas kepedulian dan perhatian dari para pimpinan terhadap mereka bawahan.
“Kami dukung penuh program ini dan kami siap menjalankannya. Terima kasih atas perhatian dari para pimpinan terhadap kami”, tuturnya sembari meminta agar Wali Kota membangun Kantor UPTD Pertamanan di Taman Nostalgia. +++ marthen/*
