“Tidak semua umat Muslim mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji. Untuk itu para jamaah melaksanakannya dengan penuh kesungguhan dan ketulusan.”, pesan Serena.
Dia mengutip Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim bahwa siapa yang berhaji tanpa berkata kotor dan tidak berbuat fasik akan kembali seperti bayi yang baru dilahirkan. “Haji sejati adalah transformasi jiwa, hati, dan pikiran”.
Menutup sambutannya, Serena mengajak para jamaah untuk mendoakan Indonesia, Kota Kupang, dan seluruh masyarakat yang belum memperoleh kesempatan berhaji.
“Semoga Bapak Ibu kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur dan hajjah yang mabruroh. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan ketakwaan yang diperoleh selama ibadah, semoga menjadi inspirasi dan teladan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Antonius Nggaa Rua, S.Ag menyampaikan data dan kesiapan teknis para jamaah. Calon jamaah haji tahun 2025 berjumlah 248 orang. Sebanyak 36 orang mutasi keluar karena pindah domisili, dan 5 orang mutasi masuk dari luar daerah.
