Workshop ini diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi NTT guna memperkuat kerja sama lintas batas dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dalam penguatan tata kelola dan ketahanan air antar Indonesia (Pulau Timor Barat) bersama Timor Leste.
“Negara Indonesia dalam hal ini Provinsi NTT berbatasan darat langsung dengan Timor Leste. Kita masih memiliki akar budaya dan tradisi adat yang kuat serta hubungan sosio-kultural yang begitu dekat dan kuat maka akan perlu untuk saling mendukung dalam program pembangunan serta sinergi dalam berbagai kerja sama,” tegas Gubernur Melky.
Dia mengatakan, untuk mendukung tata kelola dan ketahanan air maka diperlukan langkah besar antara kedua negara untuk mewujudkan hal tersebut. Dalam konteks inilah, proyek pengelolaan daerah-daerah aliran sungai lintas negara Indonesia dan Timor Leste serta MITLTW hadir sebagai langkah nyata menuju pengelolaan sungai daya alam secara kolaboratif dan berkelanjutan.
Proyek ini bukan hanya menjawab tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam memperkuat diplomasi lingkungan dan membangun kepercayaan masyarakat di lintas negara.
