Kika : WINSTON Neil Rondo, MUH. Sipriyadin Pua Rake, KRISTIN Patty, dan LILIES Herlina. Doc. CNC/Baginda Ali
Pua Rake : Studi banding Komisi V DPRD NTT ke Provinsi Jawa Timur berkaitan dengan koordinasi tata kelola rumah sakit provinsi serta …….
Citra News.Com, SURABAYA – MESKI sama-sama memiliki daerah kepulauan, namun terdapat perbedaan yang menyololok antara Provinsi Jawa Timur (Jatim) dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perbedaan utamanya soal pendapatan asli daerah (PAD) yang menjadi dasar pijakan untuk kebutuhan fiskal pembangunan daerah. Ditengarai, PAD Jatim sebesar Rp 29 triliun jika dibandingkan dengan PAD Provinsi NTT hanya sebesar Rp 5 triliun. Perbedaannya antara bumi dengan langit, bukan?
Hal ini ditemukan Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (DPRD NTT), saat melakukan studi banding ke Provinsi Jatim, Senin (26/5).
Ketua Komisi V DPRD NTT, Muhamad Sipriyadin Pua Rake, mengatakan Kapal Rumah Sakit Bergerak Terapung yang dimiliki Pemprov Jatim ini, dapat ditiru oleh Pemprov NTT. Karena salah satu agenda Rencana Pembangunan 2025-2030 Pemprov NTT akan mempunyai Rumah Sakit Terapung.
“Hasil dari studi ini akan ditawarkan kepada Pemerintah Provinsi NTT terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah kepulauan”, kata Pua Rake.
Menurut dia, NTT sebagai Provinsi Kepulauan bisa mewujudkan hal yang sama. Ini sebagai bukti bahwa pemerintah provinsi hadir untuk pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, yang tentunya sesuai dengan kemampuan fiskal daerah.
Karena kami melihat, tambah dia, PAD Provinsi Jawa Timur tidak sebanding dengan PAD Provinsi NTT. Namun stategi dan pengetahun kita bisa berbagi, dan dimplementasikan oleh Dinas Kesehatan.
