Dalam sesi wawancara bersama media usai acara, Wali Kota Christian Widodo menegaskan, peluncuran dana pengamanan kegawatdaruratan dan penyerahan makanan tambahan (PMT) merupakan bagian dari komitmen nyata 100 hari pertama pemerintahan.
“Ini sekaligus bukti bahwa pemerintah hadir memberi solusi yang cepat dan konkret. Bukan hanya PMT, hari ini sebenarnya ada agenda besar yang kami launching yaitu Dana Pengaman. Ini ide yang dulu sempat diragukan, tapi hari ini terbukti bisa. Kita harus selalu optimis,” tegas Christian
Dana Pengaman tersebut, lanjut dia, ditujukan untuk membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat tetapi terhambat oleh kendala administrasi, seperti tidak memiliki BPJS atau kehilangan KTP.
“Dalam situasi darurat, yang utama adalah nyawa. Maka pasien harus ditolong dulu. Dana ini kita tempatkan di RSUD S.K. Lerik agar bisa langsung digunakan. Untuk tahun pertama kita alokasikan Rp3 miliar, dan jika kebutuhan meningkat, kita siap tambahkan lagi,” kata Christian.
Wali Kota juga menekankan bahwa peluncuran program-program strategis tersebut bukan semata untuk mengejar target jangka pendek, melainkan bagian dari visi kepemimpinannya dalam membangun pelayanan publik yang cepat, responsif, dan berkelanjutan.
“Ya, ini bagian dari 100 hari kerja. Tapi saya tidak terpaku pada angka. Masa kerja kami lima tahun, kebetulan capaian ini bisa direalisasikan lebih awal, jadi kami sampaikan sebagai bagian dari 100 hari pertama,” tutupnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Neda Ridla Lalay, S.H., Ketua TP PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya Widodo, Pj. Sekda Kota Kupang Ignasius Repelita Lega, S.H., Asisten I Sekda Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, S.H., Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Barang Bukti Kejari Kota Kupang Ida Made Oka Wijaya, S.H., M.H.,
Turut hadir Kapolsek Maulafa mewakili Kapolresta Kupang Kota, Danramil 07/Alak mewakili Dandim 1604/Kupang, para kepala perangkat daerah, camat dan lurah, Direktris RSUD S.K. Lerik, serta Kepala Puskesmas se-Kota Kupang. +++ marthen/*
