Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

TIGA Inisiatif STRATEGIS Bidang Kesehatan WUJUD Refleksi dan JANJI Politik CHRISTIAN Widodo

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Penyerahan PMT oleh Ketua TP PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya Widodo (ke-2 dari kiri) di Puskemas Sikumana, Selasa (3/6). Doc. CNC/Prokopim setdakotakpg

Dokter Retno : “Ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak dasar warga atas layanan kesehatan yang….”.

Citra News.Com, KUPANG – BERTEMPAT  di Puskesmas Sikumana, Selasa (3/6) Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo melabuhkan janji politiknya saat awal maju bertarung di Pilkada Kota Kupang tahun 2024.

Dalam sambutannya, dr. Christian mengatakan, peluncuran tiga program.inisitif di bidang kesehatan ini, khusuanya Dana Pengamanan Kegawatdaruratan merupakan perwujudan dari refleksi dan janji politiknya untuk menjamin tidak ada lagi warga Kota Kupang yang kehilangan nyawa hanya karena keterbatasan administrasi atau pembiayaan layanan kesehatan darurat.

Ketiga program strategis dimaksud adalah Dana Pengamanan Kegawatdaruratan di RSUD S.K. Lerik; Penyerahan Makanan Tambahan (PMT) bagi bayi balita stunting, gizi buruk, gizi kurang serta ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK); dan Sosialisasi Sistem Informasi Rawat Inap (SIRANAP).

“No one left behind, left no one behind. Tidak boleh ada warga yang tertinggal. Saya ingin semua warga bisa dilayani dengan baik. Maka saya inisiasi dana pengamanan ini, agar ketika warga mengalami kondisi darurat, seperti kecelakaan atau serangan penyakit akut dan tidak memiliki BPJS maupun kelengkapan administrasi lainnya, mereka tetap bisa ditangani secepatnya. Dana ini akan dikelola oleh RSUD S.K. Lerik dengan sistem saldo tahunan yang diperbarui setiap tahun,” tegas Christian

Dia menjelaskan, penyerahan PMT kepada balita dan ibu hamil KEK, merupakan bagian dari upaya penanganan stunting dan perbaikan gizi masyarakat. Berdasarkan data dari aplikasi SiGizi Kesega tahun 2024, tercatat angka stunting di Kota Kupang sebesar 18,8% (4.233 anak) dan berhasil diturunkan menjadi 16,3% (3.475 anak) per April 2025.

Namun, tantangan lain masih membayangi, seperti kasus wasting (gizi buruk dan gizi kurang) sebesar 9,4% atau 2.002 kasus, balita bawah garis merah (BGM) sebanyak 4.221 kasus (19,8%), dan balita dengan berat badan tidak naik (29,1%) mencapai 6.192 kasus. Sementara itu, terdapat pula 322 kasus ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (15,7%) yang memerlukan intervensi gizi segera.

Khusus di wilayah kerja Puskesmas Sikumana, tercatat prevalensi stunting sebesar 20,3% (732 balita), gizi buruk 0,8% (30 anak), gizi kurang 8,4% (303 anak), dan BGM sebanyak 24,8% (804 anak). Pelayanan seperti pemeriksaan kehamilan terpadu di trisemester pertama dan edukasi gizi menjadi kunci dalam mendeteksi dan menangani risiko KEK maupun stunting sejak dini.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Pemkot Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Pemkot Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.