Jadi semua pihak perlu saling menopang agar dari target Rp 1,4 Triliun PAD tahun 2025 bisa meningkat menjadi Rp 2,8 Triliun pada tahun 2026.
“Itu bukan sekedar kenaikan angka, tapi butuh loncatan jauh dengan energi kolektif. Kita tidak bisa bergerak biasa-biasa saja. Saat ini perlu lompatan serta inovasi dalam berbagai sektor-sektor unggulan seperti perikanan, pertanian, peternakan, pariwisata dan lainnya”, tegas Gubernur Melky.
Kolaborasi dan Bersinergi
Untuk mencapai target PAD yang sudah ditetapkan, Gubernur Melki berpesan agar dilaksanakan dengan menggandeng berbagai sektor dan bergerak secara bersama-sama.
Kolaborasi dan kerja sama penting dilaksanakan untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Koaborasi antara pemerintah dengan perbankan, dunia usaha serta masyarakat untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
Gubernur Melky juga memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung program kerja pemerintah, sebagai bentuk dukungan peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Saya juga baru saja menghadiri peresmian GG Mart yang dicanangkan oleh Sinode GMIT untuk menjual dan memasarkan berbagai hasil-hasil unggulan dari masyarakat. Ini tentunya sejalan dengan program OVOP dan Gerakan Beli NTT, dan saya sangat mengapresiasi hal ini. Kedepannya semoga program ini dapat juga dilaksanakan oleh agama-agama lain,” ucap Gubernur Melky.
