Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

PELAYANAN Rumah Sakit Harus UTAMAKAN NYAWA Pasien GAWAT Darurat BUKAN Administrasi

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

“Juga kepada wartawan kami menyampaikan terima kasih. Ada banyak berita positif tentang Kota Kupang yang kini telah disebarluaskan oleh teman-teman wartawan”, ucapnya.

Walikota Chriatian mengungkap, teman-teman wartawan adalah “Penggendong Perjalanan Jauh” kami dalam membangun Kota Kupang. Walau kami dalam keterbatasan anggaran tapi kami punya pengaharapan yang didukung media massa.

“Berita-berita positif dari para wartawan, telah menggugah hati orang untuk membantu kami. Contohnya kami dibantu 80 unit tong sampah ukuran besar. Sekali lagi terima kasih. Kami tidak bisa berjalan sendiri, kami berharap teruslah dukung kami untuk menyebarkan kabar baik ini ke seluruh penjuru negeri. Selalu saya katakan kalau kita mau berjalan cepat, kita berjalan sendiri. Tapi kalau kita mau berjalan jauh, kita berjalan bersama-sama,” tambah Walikota Christian Widodo mengutip filosofi gotong royong.

Saat temu pers, Walikota Christian Widodo menyebut dari hasil kerja kolaboratif termasuk sadap informasi dari Ombudsman, sudah sekitar 24 pasien gawat darurat yang ditangani pihak RSUD S.K. Lerik menggunakan Dana Pengaman Kesehatan 2025.

“Secara angka jenis sakit apa saja yang diderita pasien gawat darut sedang di-up date pihak Rumah Sakit. Tapi jumlah pasien gawat darurat sudah sekitar 24 orang”, sebut Christian diamini Direktur RSUD S.K. Lerik, dr. Diana.

Sementara kesiapan Sarpras untuk penanganan pasien gawat darurat, Walikota Christian menyatakan, tetus dilakukan pembanahan. Karena bicara soal Sarpras di Rumah Sakit, tidak serta ada. Itu butuh proses dari pengadaan hingga pemeliharaannya. Kita benahi peralatan Alkes yang ada.

Terpantau awak Portal Berita citra-news.com, acara sosialisasi Dana Pengaman Kesehatan Kegawatdarutan itu dirangkaikan dengan HUT Ke-15 RSUD S.K. Lerik.

Tampak hadir Ketua TP PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya Widodo;
iDirektur RSUD S.K. Lerik, dr. Diana dan jajarannya; Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Retnowati, dan beberapa pimpinan OPD lingkup Pemkot Kupang; serta Darius Daton Kepala Ombudsman Perwakilan NTT.  +++ marthen/CNC

Sumber: Liputan langsung
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan RSUD S.K. Lerik Kupang. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab RSUD S.K. Lerik Kupang.