Menjawab kebutuhan energi panas bumi lebih murah tinimbang energi fosil, Patris tidak menampik hal itu. Akan tetapi pengelolaannya yang belum profesional sesuai teknologi. Seperti halnya di Mataloko, sudah ada dampaknya yang mengkwatirkan.
Nah, itu yang membuat masyarakat tolak proyek geothetmal. Awal eksplorasi saja sudah terjadi dampak negatif terhadap lingkungan. Dan faktanya memang mengacm keberlanjutan kehidupan umat manusia dan ekologi
Menurut Anggota DPRD NTT dari Fraksi PDIP ini, bahwa Flores dan Lembata sangat kaya dengan potensi panas bumi. Tapi jika tidak dikaji secara baik, terutama soal dampak buruknya maka dia yakin proyek geothernal akan merugikan secara menggenerasi jika terus dieksploitasi.
Pemerintah Harus Arif
Lagi-lagi Patris menegasikan, sebagai DPR yang adalah wakil rakyat kalau ada hal baik dan yang mensejahterakan masyarakat dari pemerintah, kenapa kita dukung. Proyek geothermal itu tujuan baik, tapi pelaksanaannya itu yang tidak tepat. Maka berdampak negatif bagi masyarakat.
“Kalau dibilang pemerintah bahwa geothetmal di tempat lain aman. Tapi kan faktanya geothermal di Mataloko berdampak seng rumah berlubang, tanaman pertanian penopang hidup dan perekonomian masyarakat koq rusak? Pertanyaan itu yang mengganjal. Oleh karena itu sikap tokoh gereja dan para masyarakat melihat proyek geothermal itu sangat mengancam keselamatan untuk jangka panjang.
“Iya saya kira kami sependapat bahwa pemerintah perlu secara jeli, arif dan bijak untuk mempertimbangkan hal itu. Nanti kalau ada perubahan ke depan sampai pemerintah meyakinkan masyarakat bahwa geothermal aman, ya itu beda lagi. Kan semua itu kembali ke pemerintah. Tapi fakta saat ini proyek geothermal itu tidak aman,” pungkasnya.
Di tempat terpisah, Kristo Loko menyatakan Geothermal adalah potensi dan sumberdaya yang dibutuhkan masyarakat. Akan tetapi belakangan ini ada implementasinya yang belum sesuai harapan masyarakat maka itu perlu ada perbaikan-perbaikan.
