Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan laut sebagai jati diri bangsa maritim Indonesia.
“Rapala adalah garda terdepan, bukan hanya menjaga, tetapi juga mengawasi, menjadi mata dan telinga bangsa di lautan. Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para relawan penjaga laut,” ujarnya.
Dikatakannya, aparat keamanan laut telah bekerja maksimal, namun wilayah perairan Indonesia yang luas tidak bisa dijaga sendirian. Karena itu, kehadiran Rapala sangat dibutuhkan. Menjaga laut dan lingkungan tidak hanya sebagai warisan dari leluhur, tetapi juga merupakan pinjaman dari anak cucu di masa depan.
“Kalau kita anggap warisan, kadang kita merasa bebas memperlakukannya. Tapi kalau pinjaman dari anak cucu, kita pasti akan menjaga baik-baik, karena suatu hari mereka akan menagihnya kembali,” ungkapnya.
Wali Kota juga menutup sambutannya dengan pesan bahwa perjalanan bangsa ini bukan untuk 5 atau 10 tahun, tetapi untuk ratusan tahun ke depan. Karena itu, semua pihak harus berjalan bersama-sama menjaga kelestarian laut dan lingkungan.
Pertumbuhan Ekonomi
Kepala Stasiun Bakamla Kupang menyampaikan laporan bahwa pembinaan Rapala di Kupang merupakan langkah untuk meningkatkan kolaborasi Bakamla dengan masyarakat, membantu mengumpulkan data dan informasi yang akurat, meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan laut, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir melalui UMKM.
