Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

KUPANG Smart City Untuk PEREMPUAN Penyintas KEKERASAN Songsong Masa DEPAN Penuh HARAPAN

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Dalam sambutannya, Wawalkot Serena memaparkan layanan dan program inklusif Pemkot Kupang yang kini terhubung dalam sistem Smart City. SABOAK -Sunday Market Buat Orang Kupang- di Taman Nostalgia, adalah Ruang Usaha Kreatif yang mudah diakses, memberi tempat bagi UMKM terutama perempuan untuk tampil, berjualan, dan terhubung dengan pasar lebih luas.

Pada kesempatan itu Wawalkot Serena Francis juga menyinggung program INA KASIH adalah program penyediaan pembalut gratis bagi remaja putri dan perempuan pra-sejahtera.

Menurut Serena, program ini adalah akses yang cepat, mudah, dan sangat membantu kesehatan perempuan di kota. Dan kebijakan inklusif ini memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam transformasi menuju kota cerdas. “Kami mungkin memiliki keterbatasan, tetapi komitmen kami tidak terbatas,” ujar Serena, disambut tepuk tangan

Pelatihan dua hari yang digelar oleh DP3A Kota Kupang ini bukan sekadar kelas membuat abon ikan. Ini adalah bagian dari ekosistem layanan Kupang Smart City yang menghapus jarak, mengembalikan martabat, dan memastikan bahwa perempuan penyintas bisa mengakses ruang aman, pelayanan cepat, serta pendampingan yang tidak berbelit.

Transformasi digital dan kebijakan berbasis inklusi menjadi fondasi kota yang memprioritaskan kemudahan akses bagi warganya. Termasuk bagi mereka perempauan yang paling rentan.

“Banyak perempuan terjebak dalam ketergantungan ekonomi kepada pelaku kekerasan. Smart City harus hadir untuk memutus itu dengan layanan cepat, akses mudah, dan peluang ekonomi yang nyata,” tegas Serena.

Terjebak Dalam Lingkaran Ekonomi uang Menyakitkan

Di wajah para peserta, harapan kecil mulai tumbuh. Harapan bahwa Kupang bukan hanya tempat tinggal, tetapi Rumah yang peduli ekonomi agar tumbuh lebih cepat. Dari Rumah
Program ini mengajarkan dua hal sekaligus pemulihan mental dan sosial, pemulihan ekonomi yang cepat dan. adaptif.

Diketahui, giat Pelatihan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kupang ini menghadirkan 20 peserta. Meliputi perempuan penyintas kekerasan dan kepala keluarga perempuan, dari berbagai kelurahan.

Selama dua hari, mereka akan belajar bukan hanya tentang pembuatan abon ikan – sebuah produk olahan yang memanfaatkan kekayaan sumber daya laut Kota Kupang, melainkan juga tentang kekuatan diri, ketahanan keluarga, dan peluang membangun usaha dari rumah.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang.