Wali Kota juga menyoroti bahaya hoax yang kerap menyederhanakan persoalan kompleks, termasuk kasus kekerasan dalam rumah tangga, hanya melalui judul sensasional tanpa konteks.
“Tidak ada yang lebih penting dari nyawa. Karena itu, jangan baca judul saja. Cek isinya, cek faktanya, sebelum kita percaya dan sebarkan,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Christian Widodo memotivasi para Duta Anti Hoax agar tidak gentar menghadapi tantangan. Ia mengibaratkan perjuangan melawan hoaks seperti perjalanan seorang pelaut.
“Pelaut yang hebat tidak diciptakan oleh laut yang tenang, tetapi oleh laut yang penuh gelombang. Kalian inilah pelaut-pelaut itu,” ujarnya.
Walikota Christian berharap, Pengukuhan Duta Anti Hoaks Kota Kupang hari ini diharapkan melahirkan agen-agen literasi digital yang kritis, berani, dan bertanggung jawab. Sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga ruang publik digital yang sehat, damai, dan beretika.
Hadir pada acara tersebut, Wakil Wali Kota Kupang Serena Corsgrova Francis, Sekda Jefry Pelt, Kadis Kominfo Ariantje Baun, Kadis PTSP/Plt. Kepala Bappeda Andrew Otta, pimpinan OPD, Camat dan Lurah, pimpinan Mafindo, serta 130 Duta Anti Hoax dari 51 Kelurahan se-Kota Kupang.
Terpantau, usai pengukuhan Walikota Christian Widodo dan Wakilnya Serena Francis asyik bercengkerama dan berfotoria bersama para Duta Anti Hoax. Apalagi momentum jelang Natal dan Tahun Baru, kehadiran figur pemimpin idola kaum milenial ini menjadi spirit perubahan yang berarti bagi pembangunan kota. +++ marthen/CNC
