Menurutnya, pelibatan aktif seluruh pihak sejak tahap perencanaan menjadi kunci agar PKS Bali–NTB–NTT benar-benar menjawab kebutuhan pembangunan regional.
Penekanan tersebut, kata Gubernur Melky, mencerminkan kesadaran Pemprov NTT bahwa kerja sama antardaerah harus bersifat operasional dan terukur. “Dengan Labuan Bajo sebagai lokasi penandatanganan, kerja sama ini sekaligus diproyeksikan memperkuat posisi NTT dalam peta pembangunan kawasan timur Indonesia, khususnya melalui sektor unggulan pariwisata dan konektivitas,” ujarnya.
Detinasi Saling Melengkapi
Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Flori Rita Wuisan, dalam pemaparannya menggarisbawahi pariwisata dan konektivitas sebagai pintu masuk utama kerja sama Bali–NTB–NTT.
Ketiga provinsi ini dinilai memiliki karakter destinasi yang saling melengkapi, sehingga pendekatan kawasan dipandang lebih efektif untuk meningkatkan daya saing pariwisata nasional maupun internasional.
Rancangan kerja sama pariwisata tersebut mencakup penguatan konektivitas udara dan laut, pengembangan paket wisata terintegrasi Sunda Kecil, branding dan promosi bersama, pengembangan sumber daya manusia, kolaborasi event, hingga dukungan infrastruktur. Strategi ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor ekonomi lainnya.
