Namun, kerja sama Bali–NTB–NTT tidak hanya bertumpu pada pariwisata.
Secara keseluruhan, PKS akan mencakup tujuh bidang strategis, mulai dari kelautan dan perikanan, pariwisata dan perhubungan, penanaman modal dan PTSP, peternakan dan kesehatan hewan, pertanian dan ketahanan pangan, komunikasi dan informatika, hingga energi baru terbarukan.
Kerangka kerja sama ini mencerminkan upaya membangun integrasi ekonomi kawasan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Keterlibatan BUMN, BUMD, instansi vertikal, asosiasi profesi, dunia usaha, hingga pelaku usaha lokal dalam rapat tersebut menunjukkan bahwa kerja sama kawasan ini dirancang sebagai kolaborasi multipihak.
Ketua Kadin NTT Boby Liyanto menegaskan kesiapan dunia usaha untuk mendukung PKS dengan rencana kerja yang konkret, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah.
Melalui pematangan PKS Bali–NTB–NTT ini, Pemprov NTT berharap terbangun sinergi regional yang lebih kuat, tidak hanya untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan konektivitas, tetapi juga untuk memperkuat daya saing kawasan Sunda Kecil secara kolektif.
Pada akhirnya, kerja sama ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. +++ marthen/*
