Namun, program besar membutuhkan dukungan nyata. BBPOM mengajukan permohonan penggunaan fasilitas pemerintah daerah serta bantuan tenaga kesehatan (Nakes) dokter dan perawat, untuk mendukung proses skrining dan vaksinasi yang direncanakan berlangsung pada Februari mendatang.
Tak berhenti disana, BBPOM juga menyoroti isu penggunaan antibiotik. Di tengah ancaman resistensi antimikroba, Kota Kupang didorong menjadi barometer penggunaan antibiotik yang tepat dan bertanggung jawab.
Sejalan dengan itu, percepatan terwujudnya Kota Aman Pangan juga menjadi agenda prioritas, selaras dengan program nasional dan pengawasan aktif tahun 2025–2026.
BBPOM bahkan memperluas layanannya hingga ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang agar semakin dekat dengan masyarakat.
Menanggapi berbagai inisiatif tersebut, Wali Kota Kupang menyatakan dukungan penuh tanpa ragu. “Kami mendukung sepenuhnya penguatan pengawasan antibiotik dan upaya menuju Kota Aman Pangan. Agar koordinasi berjalan efektif, saya mengusulkan pembentukan satuan kerja yang dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan,” ujar dr. Christian Widodo.
Komitmen yang sama juga ditegaskan untuk Program Sejuta Vaksin HPV. Pemerintah Kota Kupang, menurut Christian Widodo, Pemkot Kupang siap menindaklanjuti melalui penerbitan edaran resmi dan optimalisasi kanal informasi pemerintah agar sosialisasi menjangkau lebih luas.
