“Saya tidak pernah mengeluarkan statement apa pun terkait pembangunan masjid di Liliba. Saya dan Bapak Wali Kota berada dalam satu visi-misi untuk membangun Kota Kupang yang maju dan rukun dalam keberagaman,” tegas Wakil Wali Kota.
Ia juga mengapresiasi masyarakat di tiga kelurahan serta pengurus yayasan masjid yang telah menyampaikan aspirasi secara damai, serta mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan isu tersebut untuk adu domba.
“Jangan ada yang memanfaatkan isu ini untuk memprovokasi dan menciptakan ketidakamanan. Kita semua, pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat, menginginkan Kota Kupang yang damai, tertib, dan aman,” ujarnya.
Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Djoko Lestari, S.I.K., M.M., menambahkan bahwa menjaga kerukunan antarumat beragama merupakan kepentingan besar bersama yang harus dijaga secara kolektif.
“Kerukunan dan toleransi adalah fondasi Kota Kupang. Jika ada pihak yang mencoba mengganggu, kami akan bergerak serentak,” tegas Kapolresta.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Kota Kupang yang telah menyikapi persoalan tersebut dengan kepala dingin dan penuh kedewasaan, seraya berharap Kota Kupang terus menjadi rumah bersama yang rukun, aman, dan toleran bagi semua. +++ marthen/*
