Sebanyak: 72,5% responden menilai Pemprov NTT memahami persoalan masyarakat; 75,4% meyakini pemerintah memiliki solusi; 23% menyatakan mulai kehilangan harapan.
Meski demikian, Pangi menilai dominasi responden yang masih optimistis menunjukkan bahwa kepercayaan publik belum terkikis.
“Data ini bukan sekadar angka kepuasan, tapi refleksi harapan. Masyarakat masih percaya pemerintah punya solusi atas masalah mereka,” katanya.
Optimisme Tereduksi
Dalam aspek perencanaan pembangunan, 79,8 persen responden menilai pemerintah provinsi telah menyusun program secara baik.
Namun, optimisme tersebut mulai tereduksi ketika berbicara soal realisasi di lapangan. Dari Hasil Survei menunjukkan: 51,8% optimistis program dapat direalisasikan; 39,8% ragu-ragu; 7,4% menilai kurang realistis.
Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan. “Desain arsitektur perencanaan sudah diapresiasi. PR besar ada pada eksekusi dan konsistensi realisasi program,” jelas Pangi.
Dalam aspek pelayanan, 62 persen responden mengaku pernah menerima layanan dari pemerintah provinsi.
Dari jumlah tersebut: 77,5% menyatakan puas; Sekitar 14% menyatakan tidak puas.
Data ini menunjukkan bahwa layanan dasar relatif berjalan baik, namun masih menyisakan ruang perbaikan, terutama dalam aspek kecepatan, transparansi, dan pemerataan.
Survei juga mengukur tingkat kepercayaan (level confident) publik terhadap pemerintah daerah dengan indikator sebagai berikut:
Di bawah 50%: zona merah; 60%: zona kuning; 70% ke atas: zona hijau.
Dengan tingkat kepuasan mencapai 80,5 persen, posisi Pemerintah Provinsi NTT berada di zona hijau, menandakan stabilitas legitimasi politik di mata masyarakat.
Dua Hal Jadi Prioritas
