Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa dirinya, bersama Wali Kota Kupang, Christian Widodo dan Bupati Kupang Yoseph Lede memiliki satu komitmen atau kesepahaman yaitu Pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila ini harus dituntaskan.
“Monumen Flobamora Rumah Pancasila adalah simbol kebanggaan Flobamora. Dari NTT, nilai-nilai Pancasila ingin kita kumandangkan ke seluruh Nusantara, karena daerah ini memiliki keterkaitan sejarah dengan lahirnya gagasan Pancasila,” ujar Gubernur Melky di lokasi pembagunan monumen Desa Nitneo, Kamis 22 Januari 2026.
Ia tak menampik bahwa pembangunan monumen sempat terhenti dan belum dapat difungsikan secara optimal. Peninjauan lapangan ini menjadi langkah awal untuk memastikan arah pembangunan ke depan lebih jelas, realistis, dan terukur.
Ke depan, kata Gubernur Melky, monumen ini dirancang menjadi destinasi wisata sejarah dan ideologi Pancasila—ruang belajar terbuka bagi generasi muda, sekaligus pengungkit ekonomi masyarakat sekitar.
Pengelolaannya akan melibatkan Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, dan Pemerintah Kabupaten Kupang secara kolaboratif.
Pada kesempatan yang sama Gubernur Melky beri apresiasi kepada keluarga besar Theo Widodo atas hibah lahan yang menjadi fondasi pembangunan monumen ini.
“Bapak Theo Widodo menghibahkan lahan ini adalah wujud nyata semangat gotong royong dan cinta terhadap daerah. Target kami, monumen ini bisa diselesaikan tahun ini,” ucap Gubernur Melky.
Dia menambahkan, untuk pembiayaannya Pemprov. NTT bersepakat mencari skema pendanaan alternatif tanpa membebani APBD, agar Monumen Flobamora Rumah Pancasila benar-benar menjadi milik dan kebanggaan bersama.
Lebih dari sekadar proyek fisik, pembangunan Monumen Flobamor Rumah Pancasila diproyeksikan sebagai ruang edukasi kebangsaan, pusat literasi, dan simbol persatuan masyarakat NTT.
Keseriusan Gubernur Melky untuk melanjutkan pembangunan ini dinilai sebagai upaya menghidupkan kembali warisan nilai Pancasila dalam konteks lokal, sekaligus mengakhiri stagnasi proyek strategis yang telah berlangsung hampir satu dekade.
Maket bangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila by Dinas PUPR NTT.
Dengan masuknya proyek ini dalam agenda 2026, publik kini menaruh harapan besar agar Monumen Flobamor Rumah Pancasila tidak lagi menjadi simbol keterlambatan.
Proyek ini adalah ikon kebangkitan pembangunan berbasis nilai, inklusi, dan sumber daya keberlanjutan pembangunan seutuhnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. +++ marthen/CNC
