Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mengikuti secara virtual Musrenbang Kabupaten Sikka, Selasa (10/3/2026). Doc. CNC/Biro APim setdantt
Bupati Yoris Kago mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki daerah.
Citra News.Com, MAUMERE – PERENCANAAN pembangunan Kabupaten Sikka kembali menjadi sorotan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
Kegiatan secara virtual tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, berlangsung
di Gedung Sikka Convention Center, Maumere, Selasa (10/3/2026).
Giat Musrenbang yang dirangkaikan dengan Rembuk Stunting 2026 tersebut merupakan forum strategis untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah daerah, provinsi, hingga nasional.
Dalam paparannya, Gubernur Melky Laka Lena menekankan bahwa perencanaan pembangunan harus berbasis data dan selaras dengan regulasi sistem perencanaan nasional agar program yang dirancang benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Namun, perencanaan tersebut tidak terlepas dari sejumlah tantangan yakni kemiskinan dan stunting. Persoalan mendasar inilah yang masih dihadapi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Data pemerintah menunjukkan tingkat kemiskinan di Provinsi NTT pada September 2025 mencapai 17,50 persen atau sekitar 1,03 juta jiwa.
Di saat yang sama, persoalan stunting masih menjadi tantangan serius. Hingga Desember 2025, prevalensi stunting di NTT tercatat 20,2 persen atau sekitar 65.336 balita. Meski persentasenya menurun, jumlah kasus secara absolut justru meningkat.
