WILDRIAN R. Otta – Plh. Kepala Bappeda Kota Kupang dalam Giat FKPP RKPD 2027 di Kupang, Kamis (5/3/2026). Doc. CNC/Kominfo Kotakpg
Citra News.Com, KUPANG — SUASANA ruang pertemuan di Convention Center Aston Kupang Hotel pada Kamis (5/3/2026) pagi terasa berbeda.
Para pejabat pemerintah daerah, akademisi, aktivis komunitas, hingga perwakilan kelompok difabel duduk dalam satu forum yang sama dipimpin Plh. Kepala Bappeda Kota Kupang Wildrian R. Otta.
Kehadiran para pihak tidak sekadar menghadiri agenda formal. Mereka datang membawa gagasan tentang masa depan Kota Kupang.
Di ruangan itulah Pemerintah Kota Kupang menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Sebuah ruang dialog yang dirancang untuk memastikan bahwa arah pembangunan kota tidak disusun secara sepihak, melainkan melalui proses mendengar dan merumuskan bersama.
Forum ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefry Edward Pelt. Dia menegaskan bahwa pembangunan daerah hanya akan efektif jika dirancang secara realistis dan berpijak pada kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, forum konsultasi publik bukan sekadar tahapan administratif dalam proses perencanaan. Lebih dari itu, forum ini menjadi wadah untuk memperkaya rancangan awal RKPD dengan berbagai perspektif dari masyarakat.
“Melalui forum ini kita menyatukan gagasan, sehingga program pembangunan yang disusun benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi proses penyusunan rancangan awal RKPD yang dilakukan tepat waktu. Karena menurutnya ketepatan waktu menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas perencanaan pembangunan daerah.
Forum tersebut dipimpin oleh Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Kota Kupang, Wildrian R. Otta, dengan moderator Plt. Sekretaris Bappeda, Imelda Fonyke Nange.
Para peserta yang hadir mencerminkan keragaman pemangku kepentingan pembangunan kota. Selain kepala perangkat daerah, camat dan lurah, hadir pula akademisi, perwakilan organisasi masyarakat, komunitas difabel, serta kelompok masyarakat lainnya.
Dalam pemaparannya, Wildrian atau akrab disapa Andre Otta menekankan bahwa arah pembangunan tahun 2027 akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, berkarakter, inklusif, dan berkelanjutan.
Beberapa indikator pembangunan menjadi perhatian utama, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, penguatan ekonomi rakyat dan UMKM, hingga peningkatan kualitas layanan publik.
