Namun yang membuat suasana semakin istimewa, bukan hanya lantunan takbir, melainkan kehadiran mereka yang datang dari berbagai latar belakang.
Di salah satu titik, sekelompok Orang Muda Katolik (OMK) dari Paroki St. Fransiskus Dari Asisi Kolhua turut ambil bagian, menyanyikan lagu religi dengan penuh penghayatan. Tak ada sekat, tak ada jarak. Yang ada hanyalah harmoni.
Gubernur Melky Laka Lena pun menegaskan, perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban, sembari memastikan bahwa semangat persatuan tetap menjadi yang utama.
Gubernur Melky bahkan menyampaikan harapan agar Kupang Bertakbir tidak berhenti sebagai agenda sesaat, melainkan menjadi tradisi tahunan yang terus dirawat. “Ini harus dibuat tiap tahun,” katanya, seolah menegaskan bahwa kebersamaan seperti malam itu tidak boleh hilang begitu saja.
