Optimisme itu tidak datang tanpa alasan. Ia melihat geliat kebersamaan antara pemerintah daerah, masyarakat, hingga aparat keamanan sebagai fondasi penting bagi kemajuan. Baginya, ketika semua bergerak dalam satu irama, bukan hanya Kabupaten Kupang yang akan maju, tetapi juga stabilitas dan kesejahteraan di NTT secara keseluruhan dapat terjaga.
Lebih jauh, Gubernur Melky menekankan satu hal yang kerap luput dari perhatian adalah nilai tambah bagi petani. Ia mengingatkan para petani bahwa hasil panen tidak boleh berhenti pada penjualan bahan mentah.
Hasil jagung, kata Gubernur Melky, harus terlebih dahulu diolah dan dikemas agar memiliki daya jual yang lebih tinggi dan mampu menembus pasar yang lebih luas.
Suntikan Semangat
Sementara Bupati Kupang, Yosef Lede, memandang kehadiran Gubernur Melky Laka Lena sebagai suntikan semangat bagi masyarakat. Ia melihat sendiri bagaimana para petani di wilayahnya memiliki kemauan kuat untuk berkembang, meski masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan, terutama ketergantungan pada curah hujan.
Bupati Yos mengatakan, wilayah Amarasi Selatan yang selama ini dikenal sebagai kawasan peternakan kini perlahan mulai menunjukkan wajah baru sebagai sentra produksi jagung. Dengan dukungan alat dan sarana dari pemerintah, serta pendampingan penyuluh, optimisme itu terus tumbuh.
Bupati Yos juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik. Termasuk melalui kerja sama dengan Bulog sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Keberhasilan petani tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari kepastian pasar”, ujarnya.
