Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Mengadirkan KPH Mart, STRATEGI Gubernur MELKY Mengangkat HHBK dari HUTAN ke PASAR

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Menghidupkan Kembali Spirit “Tanam, Tanam, Tanam”

Dimensi ekologis tetap menjadi fondasi utama. Dalam kegiatan pameran ini, pemerintah juga membagikan ratusan anakan tanaman – mulai dari lengkeng, rambutan, pucuk merah, hingga pinang sebagai bagian dari gerakan penghijauan. Kepada masyarakat yang membutuhkan, Sulastri Rasyid mempersilahkan mengambil jenis anakan tersebut di Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi NTT.

Gubernur Melky bahkan secara simbolis menyerahkan bibit kepada masyarakat dan turut menanam di halaman rumah jabatan, sebagai bentuk keteladanan.
Ia menghidupkan kembali semboyan legendaris dari El Tari: “Tanam, Tanam, Tanam”.

Ajakan ini bukan sekadar retorika, tetapi menjadi pesan bahwa keberlanjutan ekonomi kehutanan hanya dapat dicapai jika fondasi ekologinya tetap terjaga.

Menuju Ekonomi Kehutanan Berkelanjutan

Langkah membangun KPH Mart sebagai “rumah kecil” yang menopang “rumah besar” NTT Mart menunjukkan pendekatan pembangunan yang berbasis sistem. Dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran dirancang dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Jika dijalankan secara konsisten, model ini berpotensi : Meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan; Mengurangi tekanan terhadap kawasan hutan; Mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis lokal; Dan Memperkuat identitas produk NTT di pasar nasional.

Pada akhirnya, visi yang dibangun dari pameran ini bukan hanya soal menjual produk, tetapi tentang mengubah cara pandang terhadap hutan. Bahwa pelestarian hutan bukan sekadar sumber daya, namun menjadi ruang hidup yang memberi nilai ekonomi tanpa kehilangan fungsi ekologisnya.  +++ marthen/*