Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

DUKUNGAN Wapres GIBRAN Angkat PAWAI PASKAH Naik Kelas, TOLERANSI di NTT Kian MENGGEMA

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Menurut Christian, Prosesi Paskah bukan sekadar tradisi, tetapi perjalanan iman yang mengajarkan manusia memahami makna pengorbanan dan harapan kebangkitan. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki “salib” kehidupan masing-masing, namun melalui kebersamaan dan iman, beban tersebut dapat dilalui dengan harapan baru.

Bila menarik benang merah dari peristiwa hari itu, Gubernur Melky Laka Lena dan Walikota Christian Widodo dalam satu nada menekankan bahwa Festival Pawai Paskah tidak hanya seremonial semata. Tapi harus menjadi energi moral membangun toleransi dan harmoni dalam kehidupan sosial masyarakat yang damai dan berdayaguna- memberikan kontribusi ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Obor Perdamaian

Optimisme terhadap masa depan Pawai Paskah semakin menguat setelah adanya dukungan langsung dari Wapres. Pemerintah Kota Kupang menargetkan agar perayaan ini ke depan berkembang menjadi agenda nasional yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah, sekaligus memperkuat identitas Kota Kupang sebagai kota toleransi dan wisata rohani.

Rangkaian kegiatan tahun ini juga ditandai dengan penyerahan obor perdamaian yang sebelumnya dibawa dari Kabupaten Belu sebagai simbol persatuan.

Obor tersebut direncanakan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Rote, menegaskan pesan damai dari selatan Indonesia untuk dunia. Sebuah simbol bahwa toleransi dan harapan tidak pernah berhenti bergerak. Wisata Rohani membungkus toleransi tapi tidak mengabaikan kepentingan ekonomi sebagai  prime mover – penggerak utama. +++ marthen/*

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Festival Pawai Paskah Kupang. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Festival Pawai Paskah Kupang.