Baginya, keberhasilan pembangunan tidak boleh bergantung pada individu semata. Ia menekankan pentingnya membangun sistem kerja yang kuat dan berkelanjutan, sehingga program tetap berjalan meski terjadi pergantian personel.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Corsgrova Francis menambahkan nada yang sejalan. Ia mengingatkan pentingnya komunikasi yang jujur dan langsung pada inti persoalan.
Menurutnya, setiap perangkat daerah perlu menyampaikan masalah secara singkat, padat, dan jelas agar solusi dapat segera ditemukan.
Ia juga membuka ruang bagi sudut pandang yang lebih luas. Kritik, masukan dari masyarakat, hingga kerja sama dengan LSM dan sektor swasta, menurutnya, harus dipandang sebagai peluang, bukan ancaman.
Dalam suasana yang penuh kesadaran itu, rapat tidak lagi sekadar agenda formal, melainkan proses belajar bersama. Setiap masalah yang diungkap menjadi cermin untuk melihat sejauh mana program berjalan dan apa yang harus diperbaiki.
Prokopim Setda Kota Kupang merilis bahwa Rapat Evaluasi ini direncanakan berlangsung secara berkala. Outcome dari rapat ini diharapkan, bukan hanya memperkuat sinergi lintas sektor, tetapi juga memastikan pembangunan di Kota Kupang bergerak dengan arah yang jelas dan tepat sasaran.
Di penghujung arahannya, Walikota Christian Widodo meninggalkan pesan yang terasa sederhana, namun sarat makna: keberanian mengakui kelemahan adalah langkah pertama menuju perubahan. Sebab, hanya mereka yang berani melihat kekuranganlah yang benar-benar siap memperbaiki keadaan. +++ marthen/*
