Jeck Pu’u selaku PPK menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan dilakukan melalui sistem LPSE, sehingga dapat dipantau secara terbuka oleh publik.
Pernyataan bahwa tidak ada praktik titip-menitip (?) dalam proses pengadaan mencerminkan kesadaran bahwa kepercayaan publik saat ini menjadi Modal Penting dalam setiap proyek pembangunan oleh pemerintah.
Masyarakat tidak lagi hanya menilai hasil fisik, tetapi juga proses di balik pengerjaannya. Di sisi lain, keputusan tetap memprioritaskan pembangunan jalan ini di tengah kebijakan efisiensi anggaran menunjukkan adanya pertimbangan strategis.
Jalan di kawasan GOR Flobamora bukan sekadar jalur alternatif, melainkan simpul mobilitas yang mempersingkat waktu tempuh menuju pusat kota.
Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, dampaknya tidak hanya terasa pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga pada peningkatan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.
Infrastruktur yang baik sering kali menjadi pemicu tumbuhnya aktivitas usaha dan layanan publik. Namun demikian, publik tentu akan menunggu lebih dari sekadar janji.
Transparansi yang dijanjikan harus teruji dalam pelaksanaan, mulai dari kualitas pekerjaan hingga ketepatan waktu penyelesaian.
Pada akhirnya, pembangunan jalan di kawasan GOR Flobamora Kota Kupang bukan hanya tentang cor beton dan perbaikan drainase.
Proyek strategis yang juga persiapan songsong PON 2028 ini menjadi simbol bagaimana pemerintah di ibukota Provinsi NTT diuji untuk menjaga akuntabilitas, memastikan kualitas, dan menjawab harapan masyarakat yang selama ini menanti perubahan nyata di jalur strategis kota. +++ marthen/ando
