Salah satu contohnya terlihat di SD Inpres Naimata. Sekolah tersebut memperoleh bantuan APBN sebesar Rp3,1 miliar, namun Pemerintah Kota Kupang menambah dukungan APBD sebesar Rp1,1 miliar untuk melengkapi pembangunan.
Tidak hanya menambah ruang kelas, pemerintah daerah juga melakukan penataan lingkungan sekolah agar proses belajar berlangsung lebih nyaman.
Dari 12 ruang kelas yang dibangun melalui dana pusat, pemerintah kota kemudian menambahkan lima ruang kelas lagi sehingga total menjadi 17 ruang belajar.
Langkah itu memperlihatkan bahwa revitalisasi sekolah bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya membangun martabat pendidikan secara menyeluruh.
Menteri Abdul Mu’ti sendiri menegaskan bahwa revitalisasi tidak boleh hanya dipahami sebagai pembangunan gedung.
Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman, sehat, bersih, indah, dan mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi peserta didik.
Pernyataan itu penting, sebab selama ini banyak sekolah di daerah hanya berjuang agar bangunannya tidak roboh, sementara kualitas lingkungan belajar sering kali terabaikan.
Baru Terjawab 4 Proposal
Di NTT, pembangunan pendidikan memang bukan sekadar urusan kurikulum atau teknologi pembelajaran. Persoalan paling mendasar masih berkutat pada ruang kelas, meja belajar, sanitasi hingga kelayakan bangunan.
Karena itu, kunjungan Menteri Pendidikan ke Kupang bukan hanya agenda seremonial kementerian. Kehadiran pemerintah pusat di tengah sekolah-sekolah yang masih membutuhkan perhatian besar menjadi pengingat bahwa pembangunan manusia dimulai dari ruang kelas yang layak.
Di sisi lain, pernyataan “34 proposal baru 4 terjawab” menunjukkan bahwa perjuangan daerah belum selesai.
NTT tampaknya belum akan berhenti mengetuk pintu pemerintah pusat demi memastikan anak-anak di wilayah timur Indonesia memiliki hak yang sama untuk belajar di sekolah yang aman dan bermartabat.
Sebab bagi daerah seperti NTT, revitalisasi sekolah bukan hanya soal pembangunan gedung. Ini adalah pertarungan panjang melawan ketimpangan, keterbatasan, dan masa depan yang terlalu lama tertunda. +++ marthen/*
