Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

NTT Belum Lelah MENGETUK Pintu PUSAT Demi Selamatkan SEKOLAH RUSAK

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Salah satu contohnya terlihat di SD Inpres Naimata. Sekolah tersebut memperoleh bantuan APBN sebesar Rp3,1 miliar, namun Pemerintah Kota Kupang menambah dukungan APBD sebesar Rp1,1 miliar untuk melengkapi pembangunan.

Tidak hanya menambah ruang kelas, pemerintah daerah juga melakukan penataan lingkungan sekolah agar proses belajar berlangsung lebih nyaman.

Dari 12 ruang kelas yang dibangun melalui dana pusat, pemerintah kota kemudian menambahkan lima ruang kelas lagi sehingga total menjadi 17 ruang belajar.

Baca Juga :  Marak PENCURIAN Kayu JATI Kawasan Hutan BIPOLO, Ini Reaksi BBKSDA

Langkah itu memperlihatkan bahwa revitalisasi sekolah bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya membangun martabat pendidikan secara menyeluruh.

Menteri Abdul Mu’ti sendiri menegaskan bahwa revitalisasi tidak boleh hanya dipahami sebagai pembangunan gedung.
Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman, sehat, bersih, indah, dan mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif bagi peserta didik.

Pernyataan itu penting, sebab selama ini banyak sekolah di daerah hanya berjuang agar bangunannya tidak roboh, sementara kualitas lingkungan belajar sering kali terabaikan.

Baca Juga :  YOS Rasi Tegaskan TIDAK BENAR Terjadi TRANSAKSI Jual Beli JABATAN

Baru Terjawab 4 Proposal

Di NTT, pembangunan pendidikan memang bukan sekadar urusan kurikulum atau teknologi pembelajaran. Persoalan paling mendasar masih berkutat pada ruang kelas, meja belajar, sanitasi hingga kelayakan bangunan.

Karena itu, kunjungan Menteri Pendidikan ke Kupang bukan hanya agenda seremonial kementerian. Kehadiran pemerintah pusat di tengah sekolah-sekolah yang masih membutuhkan perhatian besar menjadi pengingat bahwa pembangunan manusia dimulai dari ruang kelas yang layak.

Baca Juga :  YOS Rasi Tegaskan TIDAK BENAR Terjadi TRANSAKSI Jual Beli JABATAN

Di sisi lain, pernyataan “34 proposal baru 4 terjawab” menunjukkan bahwa perjuangan daerah belum selesai.

NTT tampaknya belum akan berhenti mengetuk pintu pemerintah pusat demi memastikan anak-anak di wilayah timur Indonesia memiliki hak yang sama untuk belajar di sekolah yang aman dan bermartabat.

Sebab bagi daerah seperti NTT, revitalisasi sekolah bukan hanya soal pembangunan gedung. Ini adalah pertarungan panjang melawan ketimpangan, keterbatasan, dan masa depan yang terlalu lama tertunda.  +++ marthen/*

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Dana Revitalisasi Pendidikan di NTT. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Dana Revitalisasi Pendidikan di NTT.