Satu dekade perjalanan PISMA juga menjadi tanda bahwa semangat berkarya mahasiswa UNWIRA terus bertumbuh. Dari tahun ke tahun, kegiatan ini bukan hanya menjadi agenda seremonial kampus, melainkan ruang bertemunya gagasan, keberanian, dan solidaritas.
Serena mengingatkan mahasiswa agar mampu mengubah potensi lokal menjadi kekuatan global melalui inovasi dan kreativitas. Generasi muda juga diharapkan tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi tampil sebagai pelaku utama yang menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Jadilah pencipta perubahan, bukan sekadar penumpang perubahan. Kota Kupang dan NTT membutuhkan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, serta mampu menghadirkan solusi, nyata bukan hanya mengkritik keadaan”, pesannya di hadapan ratusan mahasiswa.
Kalimat itu disambut tepuk tangan panjang. Sebab di tengah tantangan zaman, anak muda memang sedang mencari ruang untuk didengar, dipercaya, dan diberi kesempatan membuktikan diri.
Bagi Serena, Kota Kupang dan NTT membutuhkan generasi yang tidak hanya pandai mengkritik keadaan, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata lewat kreativitas dan inovasi.
Wakil Wali Kota Kupang ini juga mengapresiasi berbagai lomba yang digelar dalam PISMA X, mulai dari debat ilmiah, inovasi digital, business plan, hingga seni dan budaya.
