Pada bagian RUPS Tahunan, lanjut dia, para pemegang saham menerima laporan pertanggungjawaban direksi dan komisaris Bank NTT. Selain itu terhadap pembagian dividen diputuskan tetap sama seperti tahun sebelumnya.
RUPS juga menekankan pentingnya peran Bank NTT dalam mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota di NTT.
“Direksi dan komisaris harus mendukung program prioritas pemerintah daerah. Minimal ada satu program strategis di tiap kabupaten/kota yang didukung Bank NTT,” tegasnya.
Sementara dalam RUPS Luar Biasa, para pemegang saham menyepakati penyesuaian struktur organisasi sesuai rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dimana jumlah direksi yang sebelumnya direncanakan tujuh orang dikembalikan menjadi lima direksi, sedangkan komisaris menjadi tiga orang.
Gubernur Melky Laka Lena menjelaskan sosok ibu Revi memiliki pengalaman sekitar 30 tahun di dunia perbankan dan berasal dari Bank Jatim. Beliau rencananya akan dilantik pada Selasa pukul 14.30 Wita.
Selain itu, pemegang saham juga menyepakati pengusulan Rita Wuisan sebagai calon Komisaris Independen untuk melengkapi struktur kepengurusan Bank NTT.
