Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

BUTUH Asesoris Rumah Anda dari Produk BATU WARNA? Datangi Dinas ESDM NTT

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Seperti pandangan klasik dalam dunia bisnis ‘rizki tak akan kemana bila kita serius berusaha’. Karenanya pada kesempatan itu datang tawaran yang menggairahkan dari Boni Marisin. Tidak tanggung-tanggung sang mantan Kadis ESDM NTT ini booking 4 kursi dan 1 meja (satu set) plus kursi untuk announcer di cafenya. Bahkan di bentangan meja batu warna itu bertuliskan BCL Cafe sesuai nama tempat usaha Bar, Cafe dan Karoke di bilangan Liliba Kota Kupang.

“Saya pesan ini dulu sebagai uji coba di BCL Cafe. Saat launching saya undang Kadis dan staf semua kita berkaraokeria disana. Tapi hemat saya harapan dari Gubernur Melky Laka Lena agar ASN berjiwa wirausahawan, jawabannya ada di ini dinas”, ungkap Boni.

Sebagai mantan Kadis ESDM NTT, Boni berkisah bagaimana sukaduka apabila berhadapan dengan aturan. Ditambah lagi pengawasan DPR plus media massa menuntut kita harus kreatif, inovatif, akuntabel, dan tranparan.

“NTT ini punya potensi SDA yang amat luar biasa. Batuan berwarna ini jika tanpa sentuhan tangan trampil maka ia hanya jadi menara gading. Baguslah pak Kadis Viktor Manek punya kreasi yang belum banyak dilakukan orang lain. Apalagi produk ini dengan harga terjangkau untuk semua kalangan, justeru punya prospek pasar yang menggembirakan”, ucapnya.

Boni juga menawarkan jasa untuk berbagi pengalaman dalam urusan IUPR (Ijin Usaha Pertambangan Rakyat). Baginya sudah ‘makan garam’ dengan pemerintah pusat (Kementerian ESDM, red). Soal IUPR ini patut untuk intens dikomunikasikan dengan Kementerian ESDM agar tidak disalahkan secara aturan.

Duo VIKTOR  (kika depan) menjamu tamu istimewa mantan Kadis ESDM NTT, Boni Marisin, Cs  di meja pesanan Viktor Tade. Doc. marthen radja/CNC

“NTT punya sumberdaya hayati yang beragam. Tapi oleh akibat regulasi yang seakan ‘menguburkan’ potensi yang kita miliki. Dengan menghasilkan produk seperti ini bisa saja menjadi posisi untuk bargaining dengan Kementerian ESDM. Saya yakin itu, apalagi menjadi sumber PAD mana mungkin tidak “lentur” aturan perundang- undangan tentang IUPR?”, ujarnya yakin.  +++ marthen/cnc