“Bantuan ini adalah simbol solidaritas kami. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa saudara-saudara kita di Flores tidak sendirian. Satu pulau terluka, yang lain siap membantu. Kemanusiaan tidak memiliki batas wilayah,” ujar Christian.
Bagi sebuah pemerintahan daerah, tambah Christian, keputusan untuk turun langsung ke lapangan juga menunjukkan bahwa solidaritas tidak berhenti pada batas administrasi. “Kota Kupang mungkin bukan daerah yang menjadi pusat bencana, tetapi secara sosial dan emosional, hubungan masyarakatnya dengan berbagai kabupaten di Flores begitu dekat”.
Karena itu, Christian memilih mengantar sendiri bantuan tersebut. Ia ingin kehadiran pemerintah tidak hanya terlihat melalui angka bantuan, tetapi juga hadir dalam bentuk pertemuan, empati dan dukungan moral kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
“Saya mau antar sendiri. Saya ingin menyampaikan kepada daerah-daerah lain bahwa kalau ada saudara-saudari di Flores tertimpa bencana. Tapi mereka tidak sendirian. Kita mungkin tidak ikut diguncang gempa, tetapi kita ikut merasakan penderitaan mereka,” katanya.
Dari Manggarai Barat, perjalanan kemanusiaan itu berlanjut ke Ruteng ibukota Kabupaten Manggarai. Pada Selasa malam, Christian tiba di Posko BPBD Kabupaten Manggarai dan menyerahkan bantuan kepada pemerintah daerah setempat.
Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes., menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemerintah Kota Kupang. Baginya, kehadiran langsung Wali Kota Kupang ini justru menjadi bagian penting dari bantuan kemanusiaan berupa barang logistik.
