Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Sosbud  

Terhadang ERUPSI Lewotobi, CHRISTIAN Widodo Berpacu Pulang Untuk Mengantar POMMY ke PERISTIRAHATAN Terakhir

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Pommy mengawali pengabdiannya sebagai Pegawai Negeri Sipil pada 1999. Selama 27 tahun 5 bulan, ia mengabdikan waktu, tenaga dan pikirannya dalam berbagai tugas pemerintahan hingga akhirnya dipercaya memimpin Dinas PRKP Kota Kupang.

Bagi Serena, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pengabdian seorang ASN tidak berhenti pada jabatan. Jabatan memang dapat berganti. Tetapi cara seseorang menjalankan amanah dan memperlakukan sesama akan meninggalkan kenangan yang lebih panjang.

“Jabatan terakhir memang penting untuk kita ingat, tetapi saya kira bukan itu yang paling utama. Yang akan terus kita ingat adalah bagaimana beliau bekerja, bagaimana beliau hadir sebagai rekan bagi kita, dan apa yang sudah beliau tinggalkan selama menjalankan tugasnya,” katanya.

Atas nama Pemerintah Kota Kupang, Serena menyampaikan terima kasih atas seluruh pengabdian Pommy. “Terima kasih untuk 27 tahun 5 bulan pengabdian, untuk waktu, tenaga, pikiran dan dedikasi yang sudah diberikan bagi negara, pemerintah dan masyarakat Kota Kupang,” ucapnya.

Selamat Jalan, Pak Pommy. Kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya istri almarhum, Joice Esterina Odja-Marthinus, putra William Aldrich Odja, kedua orang tua Yulius Odja dan Mama Lebrince Telupere, serta seluruh keluarga besar, Serena menyampaikan belasungkawa mendalam. “Keluarga tidak sendiri. Keluarga besar Pemerintah Kota Kupang juga turut merasakan kehilangan dan berdiri bersama keluarga,” tuturnya.

Di penghujung upacara, pesan Serena menjadi penutup perjalanan kedinasan Pommy. “Selamat jalan, Pak Pommy. Beristirahatlah dengan tenang. Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan Pemerintah Kota Kupang. Pengabdianmu tidak akan kami lupakan,” ucap Serena.

Penghormatan terakhir untuk Pommy Odja ((Alm) itu turut dihadiri Ketua, para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kota Kupang, Ketua TP PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, S.H., Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang Ellisah Pelt Tobing. Juga para Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, pimpinan perangkat daerah, camat dan lurah, Direktur RSUD S.K. Lerik, pimpinan Perumda Kota Kupang, para ASN, keluarga besar IKAPTK, Branch Manager Taspen Kupang Peter Lauremsius Samosir dan Kepala Cabang Mandiri Taspen Lohot Sidabutar.

Sebagai bagian dari pelayanan kepada keluarga ASN yang meninggal dunia, pemerintah bersama PT Taspen Kupang juga menyerahkan akta kematian dan santunan kematian kepada keluarga almarhum.

Dokumen dan santunan itu mungkin tidak akan pernah menggantikan sosok Pommy di tengah keluarganya. Namun, di balik penyerahan tersebut ada pesan bahwa pengabdian seorang ASN tidak berhenti ketika ia mengembuskan napas terakhir. Ada keluarga yang harus tetap diperhatikan. Ada jasa yang patut dihormati. Dan ada kebaikan yang layak diwariskan. Meski pada akhirnya, seseorang boleh pergi untuk selamanya. Tetapi jejak pengabdian dan kebaikan yang ditinggalkannya dapat terus hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah berjalan bersamanya.

Kini, jabatan itu telah ditinggalkan. Tetapi pekerjaan dan kebaikan yang pernah dilakukan Pommy menjadi bagian dari cerita panjang Pemerintah Kota Kupang.  +++ marthen/*

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Upacara Pemakaman Kepala Dinas PRKP Kota Kupang. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Upacara Pemakaman Kepala Dinas PRKP Kota Kupang.