Kegiatan penyerahan bantuan diawali dengan pemutaran video pesan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang berhalangan hadir secara langsung.
Dalam pesannya, Wali Kota menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan kepedulian Pemerintah Kota Kupang terhadap para mahasiswa yang keluarganya terdampak gempa.
“Mohon maaf saya tidak bisa hadir di acara penyerahan bantuan, tapi hati saya bersama adik-adik sekalian,” ujar dr. Christian.
Menurutnya, dampak bencana yang dialami keluarga di Flores dapat berpengaruh terhadap dukungan ekonomi bagi mahasiswa yang sedang berkuliah di Kota Kupang.
“Mungkin adik-adik terhambat kiriman dari orang tua. Semoga sedikit bantuan ini bisa membantu adik-adik,” katanya.
Christian Widodo berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan mahasiswa sekaligus membantu mereka tetap fokus menjalani pendidikan.
Ia memahami bahwa gempa bumi yang menimpa keluarga di Flores berpotensi memengaruhi kemampuan orang tua memenuhi kebutuhan anak-anak mereka yang sedang berkuliah di Kupang. Dalam kondisi seperti itu, bantuan sederhana sekalipun dapat menjadi penopang untuk melewati hari-hari yang penuh ketidakpastian.
Mewakili Wali Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega mengatakan bantuan tersebut mungkin belum dapat menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi mahasiswa dan keluarga mereka.
Namun, menurutnya, bantuan itu memiliki makna lebih luas sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa yang berada jauh dari daerah asal tetapi ikut merasakan dampak bencana.
