Suwarno : Akan hadir di Kota Kupang saat PON 2028 diperkiraan 5.000–6.000 atlet dan total rombongan mencapai 12.000–15.000 orang.
Citra News.Com, KUPANG – WALI KOTA Kupang, dr. Christian Widodo menyebut visitasi venue Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 sebagai momentum penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang untuk berbenah dan memastikan kesiapan daerah sekaligus memperkuat kolaborasi dalam penyelenggaraan PON 2028.
Kota Kupang menjadi tuan rumah pertandingan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 bukan sekadar soal menyediakan arena olahraga. Di balik agenda besar itu, adalah tanda tanggung jawab pemerintah daerah untuk menyiapkan infrastruktur, memastikan pelayanan, membangun koordinasi, dan memberikan penghargaan kepada para atlet yang berjuang membawa nama daerah dan bangsa.
Saat menghadiri jamuan makan malam bersama Tim Visitasi Venue PON 2028 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis (15/10), Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyampaikan terima kasih atas kunjungan tim yang memberikan berbagai masukan mengenai kesiapan venue dan infrastruktur pendukung.
Christian menegaskan penilaian dari Tim Visitasi KONI Pusat harus dipandang sebagai kesempatan memperbaiki diri sebelum pelaksanaan PON 2028. “Ini kesempatan bagi kami untuk berbenah. Dengan adanya Tim Visitasi ini, kami tahu mana yang kurang. Kami juga terbuka terhadap semua penilaian. Jangan ragu, jangan sungkan, karena kami ingin berbenah supaya nanti kami betul-betul siap jadi tuan rumah menghadapi PON 2028,” ujar Christian.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota Kupang terbuka terhadap seluruh hasil penilaian karena masih tersedia waktu untuk melakukan pembenahan sebelum perhelatan olahraga nasional tersebut berlangsung.
Kegiatan Visitasi tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Dr. Suwarno, S.IP., M.Si., bersama jajaran, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, S.H., Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Ketua Pengurus Besar Perkemi NTT George M. Hadjoh, Sekretaris Umum KONI Provinsi NTT Alfonsius Theodorus, serta pengurus induk cabang olahraga dan KONI Kota Kupang.
Christian mengatakan, sikap terbuka Pemkot Kupang ini menjadi penting karena kesiapan menyelenggarakan ajang olahraga nasional tidak cukup diukur dari apa yang sudah tersedia. Pemerintah daerah juga dituntut mampu mengidentifikasi kekurangan, menentukan prioritas, dan memastikan setiap rekomendasi diterjemahkan menjadi langkah perbaikan yang nyata.
