Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

LLMC III Bukan Sekadar JUARA, Julie Laiskodat Pacu KENSHI NTT Menuju NAGOYA dan PON 2028

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Bagi para kenshi atau atlet Shorinji Kempo, kesempatan bertanding menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju prestasi. Mereka tidak hanya dituntut menguasai teknik, tetapi juga membangun strategi, menjaga konsistensi, serta memperkuat mental ketika menghadapi lawan dengan kemampuan yang berbeda.

Karena itu, hasil pertandingan LLMC III diharapkan tidak berhenti pada penentuan pemenang. Pengalaman selama kompetisi dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengurus dan pelatih untuk mengetahui kelebihan atlet, memperbaiki kekurangan, serta merancang program latihan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

ADPR RI Dapil NTT 1 ini juga mendorong penguatan program pemusatan latihan atau training center (TC) jangka panjang. Julie Laiskodat mengatakan persiapan menghadapi kejuaraan internasional maupun PON 2028 membutuhkan perencanaan yang matang dan tidak dapat hanya mengandalkan latihan menjelang pertandingan.

“Persiapan menuju Nagoya dan PON 2028 membutuhkan proses yang terencana. Atlet harus mendapatkan kesempatan berkompetisi, kemudian menjalani evaluasi dan latihan secara berkelanjutan. Karena itu, kami berharap seluruh jajaran PERKEMI dan para pelatih dapat membangun kerja sama yang kuat dalam menyiapkan atlet,” demikian pesan Julie.

Pembinaan tersebut juga membutuhkan keterlibatan pengurus di berbagai tingkatan. Pengurus cabang dan pengurus kabupaten maupun kota bersama para pelatih memiliki tanggung jawab menjaga kesinambungan latihan, menemukan potensi atlet, dan memberikan kesempatan bertanding secara teratur.

Dengan demikian, partisipasi daerah dalam LLMC III diharapkan tidak berakhir ketika pertandingan selesai. Setiap daerah perlu menjadikan kompetisi sebagai titik awal untuk memperkuat pembinaan, sehingga atlet yang memiliki potensi dapat terus berkembang dan dipersiapkan menghadapi kejuaraan berikutnya.

LLMC III ini sendiri, jelas Julie, melibatkan 22 kabupaten dan kota di NTT. Cakupan partisipasi tersebut memberikan kesempatan bagi atlet dari berbagai daerah untuk berkompetisi sekaligus menambah pengalaman menghadapi lawan dengan karakter permainan dan kemampuan yang beragam.