Serena juga menyinggung tantangan distribusi, ketersediaan, dan harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah sebagai alasan untuk mulai membuka ruang bagi alternatif transportasi. Ia mengajak masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, untuk mencoba dan mempelajari penggunaan kendaraan listrik.
Menurutnya, pemahaman yang baik menjadi langkah awal untuk membangun penerimaan publik terhadap perubahan pola mobilitas.
“Kita ingin masyarakat bisa merasakan langsung pengalaman menggunakan kendaraan listrik, melihat bagaimana cara kerjanya, serta memahami efisiensi yang bisa diperoleh,” tandasnya.
Meski demikian, keberhasilan pengembangan kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada kemauan masyarakat untuk beralih. Ketersediaan SPKLU yang mudah dijangkau, keandalan pasokan listrik, dan kepastian layanan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pengguna.
Karena itu, Serena berharap PLN terus memperluas jaringan pengisian daya, sementara pemerintah daerah mendukung melalui koordinasi kebijakan, edukasi publik, dan pemetaan kebutuhan infrastruktur di titik-titik strategis.
Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UIW NTT, I Made Agus Dwi Putra, menjelaskan bahwa SPKLU Ultra Fast Charging berkapasitas 120 kW yang diresmikan di Kota Kupang merupakan fasilitas pertama dengan kapasitas tersebut di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia mengatakan, sebelumnya, PLN telah menyediakan 39 SPKLU di berbagai wilayah NTT, termasuk fasilitas Fast Charging berkapasitas 50 kW di Kota Kupang dan Atambua untuk mendukung perjalanan jarak jauh.
Menurut I Made Agus, fasilitas baru itu diharapkan mempercepat proses pengisian daya dan meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik. Ia juga menjelaskan bahwa kendaraan listrik berpotensi mengurangi biaya operasional dan perawatan, mengurangi ketergantungan terhadap BBM, serta tidak menghasilkan emisi gas buang dari knalpot ketika digunakan.
“Dengan ketersediaan daya listrik yang memadai di Pulau Timor, PLN melihat peluang untuk memperluas pemanfaatan kendaraan listrik dan menarik investasi pada infrastruktur pendukung”, ujarnya.
