Multiplier Effect BENDUNGAN Untungkan Masyarakat

Tiada air tanpa kehidupan dan tiada kehidupan tanpa air. Ungkapan ini menghantar orang untuk berpikir dan bertindak positif tentang pentingnya air bagi kehidupan. Pembangunan Bendungan adalah salah satu upaya untuk menjawabi tantangan akan ketiadaan air. Bahwa adanya bendungan akan memberikan keuntungan ganda (multiplier effect) bagi masyarakat. Diantaranya untuk irigasi pertanian juga terpenuhinya kebutuhan air baku bagi kebutuhan ternak dan manusia.

 

Penulis : Armando/CNC

Editor : marthen radja

Maumere, citranews.com – BUKAN menjadi rahasia umum lagi kalau NTT sering dilanda kekeringan yang berdampak pada ketiadaan suplay air bersih dan ancaman gagal tanam atau gagal panen.

Untuk itu pemerintahan Joko Widodo telah berkomitmen dengan pemerintah Provinsi NTT di Era Gubernur Frans Lebu Raya, untuk membangun 10 bendungan di Provins NTT. Namun dari 10 bendungan yang terencana baru 7 bendungan dimana beberapa diantaranya sudah terealisasi pembangunannya.

Tapi sayangnya ada beberapa bendungan diantaranya dari 7 bendungan yang ada, diperhadapkan dengan masalah kepemilikan lahan yang masih berstatus tanah ulayat. Dan masalah yang belum berujung hingga kini itu diantaranya Bendungan Kolhua di Kota Kupang, Bendungan Aesesa-Ngada, dan bendungan Napung Gete di Kabupaten Sikka.

Khususnya untuk Bendungan Napung Gete di Kabupaten Sikka, kata Paulus Nong Susar (saat ini Plt Bupati Sikka) upaya demi upaya sudah dilakukan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Sikka. Baik melalui upaya persuasive yakni pendekatan secara persolan maupun secara kelompok warga pemilik tanah ulayat. Agar mempunyai pemahaman yang sama tentang pentingnya keberadaan bendungan.

Nong Susar juga tidak menampik bahwa untuk wilayah Kabupaten Sikka salah satu masalah yang terus berulang tahun adalah masalah kekeringan. Meskipun ada sebagian besar masyarakat di wilayah bagian Barat tidak menemukan masalah kekeringan. Lantaran disana ada banyak sungai. “Sehingga adanya bendungan akan menjawabi semua kebutuhan karena air adalah sumber kehidupan,”ungkap Nong Susar.

Kepada wartawan usai rapat bersama warga pemilik lahan di Kantor Desa Ilin Medo Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka, Kamis 03 Mei 2018, Nong Susar berharap masyarakat mendukung pembangunan bendungan Napung Gete. Karena ini merupakan proyek strategis nasional an merupakan program Presiden Joko Widodo, tegasnya.

Jika bendungan Napung Gete ini rampung pembangunannya, lanjut Nong Susar, maka dampaknya sangat besar sekali untuk masyarakat Kabupaten Sikka khususnya ketersediaan air baku bagi masyarakat kecamatan di sekitarnya. Bahwa bendungan ini juga akan memberikan dampak  bagi ketersediaan air minum hewan ternak kita dalam mana pada gilirannya akan bertumbuhkembangnya ekonomi industri rumah rangga. Selain itu juga dapat mendongkrak sector pariwisata yang menjadi sector andalan pembangunan Nian Tanah Sikka.

Menanggapi aksi warga Ilin Medo mengancam akanmenutup lokasi pembangunan bendungan Napung Gete, Nong Susar mengajak untuk tidak melakukan hal itu. “Pembangunan yang dilakukan pemerintah bukan saja untuk kepentingan segelintir orang. Akan tetapi bermanfaat bagi banyak orang. Karena itu marilah kita ciptakan situasi yang aman dan kondusif agar kegiatan kita bersama ini berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar. Sehingga hasil pembangunannya dapat kita nikmati bersama-sama pula,”pinta Nong Susar.

Sebelumnya, dalam acara dialog warga yang hadir dalam diskusi terbuka dan dihadiri Camat Waiblama, Antonisu Tonce Liwu, Plt Bupati Sikka Paulus Nong Susar, dan unsur Forkopimda Sikka, Kepala Dinas PUPR Sikka  Tommy Lameng mengatakan, sesungguhnya pemerintah telah membayar ganti rugi tanah terdampak sebesar Rp 4 miliar pada Desember 2014.

“Pemda Sikka pada Desember 2017 sudah menyerahkan uang ganti rugi sebesar Rp 4 miliar kepada warga yang terdampak pembangunan bendungan Napung Gete. Namun pemilik lahan TIDAK memenuhi permintaan dari pemerintah, yaitu menyerahkan dokumen bukti lengkap atas kepemilikan lahan. Tidak hanya bukti dokumen itu tetapi juga harus memiliki Nomor Rekening Bank. Jika ini nomor rekening dimiliki maka pemerintah otomatis akan menyetor ke nomor rekening masing-masing pemilik lahan,”jelas Lameng. +++ tim cnc

 

Gambar : Diskusi menguntungkan rakyat bersama Joko Widodo, Gubernur NTT Drs Frans Lebu Raya, dan Kepala Dinas PU NTT, Ir. Andre W. Koreh, MT (kiri) . Foto diambil ketika kunjungan kerja Joko Widodo ke NTT dalam rangka kerjasama antar pemerintahan (G to G) Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi NTT di sector peternakan, di Rujab Gubernur NTT, Kupang 24 April 2014. (doc. wilson boymau/marthen radja-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *