“Penanaman perdana kelor di Kabupaten Kupang akan dilakukan oleh bapak Viktor Lasikodat selaku Gubernur NTT. Namun sebelumnya didahului dengan kegiatan Festival Kelor. Di ajang Festival ini dipamerkan aneka produk dari bahan kelor. Dan di ajang festival inilah sekaligus memasyarakatkan Kelor,”jelas Anis.
Luasan area yang menjadi demplot Kelor di Kabupaten Kupang ini, lanjut Anis, di Desa Oeteta dan Pitani masing-masing seluas 3 hektar dan di Desa Oefafi seluas 2 hektar. Menurut rerncana pada Sabtu 24 September 2018 dilakukan penanaman perdana.
“Kami coba memadukan kegiatan antara penanaman perdana kelor di Kabupaten Kupang dengan Festival Kelor di Jalan El Tari Kota Kupang di hari Car Free Day tu. Saat Festival kelor menghadirkan 12 pelaku usaha kelor. Kemudian dilanjutkan dengan Temu Mitra dimana kita undang 20-an mitra kerja,”tandasnya.
Dia menambahkan, ada 3 (tiga) alasan utama dinas pertanian memasyarakatkan tanaman kelor.Pertama, Tanaman kelor bermanfaat untuk penghijauan dan pelestarian lingkungan hidup. Kedua, Untuk konsumsi dan perbaikan gizi masyarakat. Dan ketiga, untuk peningkatan pendapatan petani.
